Bayangkan skenario ini. Anda sedang mempersiapkan makalah/skripsi. Anda punya ambisi besar, entah karena Anda memang menyukai/meminati topik makalah itu, ingin menyenangkan dosen (apalagi kalo dosennya cuakepnya muinta uampunn, masih jomblo pula), menyenangkan inang di kampung dengan laporan IPK 4,0, atau apalah. Tapi apa daya perpustakaan kampus Anda jelas nggak layak dibilang yang terbaik di Indonesia. Dan, apa daya pula, secara umum perpus2 kampus di Indonesia memang kurang bisa menyediakan fasilitas maksimal, terutama dalam penyediaan makalah2/artikel2 ilmiah dari jurnal-jurnal kepakaran. Nah, apa lagi yang bisa Anda lakukan?
Oh iya. Sebelum Anda memarahi dan menyumpah-nyumpahi saya karena paragraf berikutnya (maksudnya, bukan yang sekarang, tapi yang entar), saya hanya ingin menegaskan bahwa deskripsi di bawah ini hanyalah gambaran, bukan saran, bukan kutukan, bukan apalah. Saya hanya bermaksud mendeskripsikan jalan tertentu yang diambil orang-orang tertentu untuk menyiasati skenario seperti di atas, demi memperoleh akses kepada data-data kepakaran terbaik (uh, seharusnya saya ga pake kata ‘terbaik’, kesannya terlalu pro ya?), eh maksudnya, yang agak sedikit lebih luas dari yang tersedia di perpus sendiri. Ada juga yang bahkan berideologi, "Kan kita ud dijajah 350 tahun, gantian sekarang." Terserahlah. Melalui posting ini, saya juga ga mengiakan (ataupun menyangkal) bahwa saya pernah melakukan hal seperti di bawah ini. Satu-satunya hal yang saya akui dari posting ini hanyalah, "Kuper banget sih gw kok info ud dari awal 2007 gene baru tahu sekarang."
Nah, setelah semuanya selesai, inilah paragraf di maksud. Nggak panjang kok. Isinya cuma demikian: beberapa orang menyiasati skenario di atas dengan mengikuti langkah-langkah seperti tercantum di laman-laman berikut ini:
http://infojournal.blog.co.uk/2007/04/10/informasi_seputar_jurnal_asing~2062876
dan
http://elfinainsight3.blog.com/
Sekali lagi, saya tidak bertanggung jawab atas efek-efek yang mungkin akan/sedang/telah terjadi seandainya tangan Anda mengklik tautan2 di atas, dan terus mengklik dan mengklik dan mengklik dan mengklik …. Sekali lagi sekali lagi, di sini saya cuma bercerita. Kesimpulan Anda atas cerita ini, ya tanggung jawab Anda sendiri. Langkah-langkah yang Anda ambil berdasarkan kesimpulan Anda atas cerita saya ini, ya jelas-jelas tanggung jawab Anda. Udah gede kan? Kalo masih kecil unsubscribe dari friendster sana!
Demikianlah paragraf yang kontroversial itu. Semoga saya ga dimaki-maki Anda karenanya. Paragraf ini adalah penutup posting ini. Singkat kan, cuma empat paragraf? Kalo Anda makin penasaran dan bertanya-tanya, "Kayak gitu nyuri ga seeh??" atau "Halal ga ya?" jawaban saya adalah, "Jawablah berdasarkan wawasan dari mata kuliah etika yang Anda ambil dulu." Nggak pernah ngambil kuliah etika? "Cucian deh loe." Paragraf penutup ini habis di sini.